News Image: 

Insto kembali meraih penghargaan Top Brand Award 2017 untuk kategori obat tetes mata di Indonesia. Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi Insto sebagai merk tetes mata No. 1 di Indonesia yang dipercaya oleh masyarakat. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Adyo Bawono selaku Managing Director Majalah Marketing kepada Handojo Noegroho selaku GM Marketing - Respiratory & Eye Care PT. Combiphar dalam awarding night di Jakarta pada tanggal 19 Juli 2017.

Tahun ini, Top Brand Award diberikan kepada lebih dari 100 merk di Indonesia dari berbagai kategori industri yang berhasil meraih 3 parameter Top Brand Index (TBI), yaitu : Top of Mind Share, Top of Market Share dan Top of Commitment Share. Dalam bahasa awam, merk-merk peraih Top Brand Award adalah merk yang dikenal luas oleh konsumen, sering dibeli oleh konsumen dan menciptakan loyalitas bagi konsumen.

Untuk kedua kalinya, Insto kembali meraih penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award untuk kategori obat tetes mata. Penghargaan ini sekaligus menjadi penghargaan ketiga yang diterima Insto pada tahun 2017, setelah Superbrands Award dan Top Brand Award. Prestasi ini kian mengukuhkan posisi Insto sebagai merk tetes mata No. 1 di Indonesia.

Penghargaan diraih melalui digital campaignBuka Mata, Buka Insto sebagai thematic campaign dan Buka Insto, Let’s Go sebagai tactical campaign untuk mengedukasi occasion perjalanan jauh yang dapat menyebabkan iritasi pada mata.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Tri Raharjo (Chairman Tras n Co Research) dan Alex Iskandar (CEO IMFocus - Google Certified Partner) kepada Jonathan Liu selaku perwakilan PT. Combiphar dalam acara awarding night di Hotel Ayana Midplaza Jakarta pada tanggal 28 September 2017.

Tahun ini, Indonesia Digital Popular Brand Award diberikan kepada 43 merk di Indonesia dari 60 kategori industri berdasarkan 3 parameter Digital Brand Index, yaitu : Search Engine Based (40%), Social Media Based (40%) dan Website Based (20%). Merk - merk yang meraih Indonesia Digital Popular Brand Award adalah mereka yang memenuhi 3 kriteria berikut:

- Memiliki minimal 10.000 google search results

- Memperoleh total final score minimal sebesar 10%

- Berada pada posisi 3 teratas pada kategori produknya

Penilaian Digital Popular Brand sendiri dilakukan dari bulan Mei hingga Juli 2017. Sebanyak lebih dari 1000 merk dan 134 kategori produk disurvei dalam ajang ini dengan metodologi internet based survey. Pada survei tahun ini, Tras n Co Research dan IMFocus menambahkan dua alat pengukuran baru yaitu YouTube (search engine No. 2 setelah Google) pada social media based yang menggantikan penilaian Twitter pada tahun lalu dan traffic pada penilaian website based, di mana pada tahun lalu tidak ada penilaian traffic pada website. Semoga dengan apresiasi ini, Insto semakin termotivasi untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai occasion apa saja yang berpotensi menyebabkan iritasi pada mata.

TBI Insto sendiri meningkat sebesar 4% pada tahun 2017 (65,0%) dibandingkan pada tahun 2016 (61,0%). Hal ini sejalan dengan aktivitas marketing Insto yang semakin heavy  dalam mengedukasi konsumen dengan konsep occasion based marketing campaign yang mengusung tagline “Buka Mata Buka Insto”. Selain itu, di akhir tahun 2015 Insto juga melakukan renewal packaging agar lebih fresh dan modern.

Hal ini semakin memotivasi Insto untuk terus menjaga dan meningkatkan kepercayaan konsumen Indonesia dengan terus mengedukasi dan mengajak masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan mata.

Penetapan pemenang Top Brand Award sendiri murni berdasarkan atas pilihan konsumen melalui sebuah survei dari Frontier Consulting Group pada periode April hingga Mei 2017 di 15 kota besar Indonesia yakni Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Pekanbaru, Balikpapan, Denpasar, Palembang dan Samarinda.

X