Image: 

Sejalan dengan meningkatnya kemampuan merekam video dengan smartphone, dan didukung oleh jaringan internet yang makin kuat, vlogging atau ‘catatan harian’ berupa video pun semakin populer.

Vlogging atau video blogging muncul ketika Adam Kontras mem-posting video dalam entri blog-nya di tahun 2000. Blog adalah konten atau tulisan yang dibuat seseorang dan dibagikan di internet. Selain di-share di media sosial, vlogging juga bisa kita lihat di kanal video seperti Dailymotion, Metacafe, Vimeo dan Youtube.

Sebelumnya, video untuk vlog ini lebih disukai yang berformat horizontal (16:9), lalu karena beberapa aplikasi media sosial seperti Instagram dan Snapchat mengakomodir format bentuk kotak, maka muncullah video dengan format yang sama (1:1). Bahkan saat ini, karena menyesuaikan dengan kebutuhan para pengguna aplikasi, makin banyak video yang berformat vertikal.

Format vertikal yang lebih nyaman dilihat

Perubahan dalam dunia digital biasanya diawali oleh kaum milenial yaitu mereka yang lahir antara tahun 1981 – 1997. Mereka bisa disebut sebagai kelompok digital native yang lahir saat terjadi revolusi dunia digital. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan berbasis produksi video, Mighteor, di Denver, Amerika Serikat, ditemukan beberapa fakta menarik mengenai kaum milenial.

1. Saat menonton video di gadget, generasi milenial tidak mengubah orientasi gadget mereka dari vertikal ke horizontal. Terutama saat menggunakan smartphone.

2. Ada 85% kaum milenial yang menjadi objek penelitian, menggunakan aplikasi untuk melihat video, bukan browser. Sedangkan aplikasi yang cukup populer seperti Snapchat atau Instagram mengakomodir video dalam format vertikal.

3. Kaum milenial mencari hiburan dari media sosial kapan saja mereka punya waktu luang, sehingga kebutuhan akan tontonan (video) yang sesuai dengan format yang diinginkan pun meningkat.

Selain itu, kebiasaan para pengguna media sosial saat ini (tua ataupun muda) adalah senang melakukan quick browsing saat melihat sebuah konten. Sehingga mengubah orientasi dari vertikal ke horizontal dianggap terlalu ‘memakan waktu’.

Tip dan trik membuat vertical vlog

Fakta-fakta tersebut membuat para vloggers saat ini tertarik untuk lebih banyak menghasilkan vertical vlog. Tapi tentunya format ini saja tidak cukup untuk menarik perhatian para follower. Lalu, bagaimana cara membuat vlog yang dapat menarik minat orang untuk menontonnya? Berikut tip dan triknya:

1. Tentukan topik dan cerita yang menarik

Be authentic! Dalam hal ini, yakinlah bahwa semua orang punya hal yang berbeda untuk ditawarkan. Dari sekian banyak vlog yang ada di dunia maya, pastikan kita membuat konten yang unik dan otentik milik kita sendiri. Berbicaralah mengenai hal-hal yang memang kita sukai dan kuasai, misalnya tentang make up, musik, atau travelling.

2. Pemilihan lokasi

Lokasi memegang peranan penting dalam sebuah pembuatan vlog. Orang tentunya akan tertarik diajak untuk melihat tempat yang belum pernah mereka datangi sebelumnya atau mungkin yang sangat ingin didatangi, walaupun hanya lewat rekaman video. Namun, pastikan pada saat kita berbicara, di sekeliling kita tidak terlalu bising sehingga suara kita sendiri malah tak terdengar.

3. Pengambilan gambar

Untuk hal ini kita membutuhkan pengetahuan yang baik tentang kamera, pencahayaan dan sudut pengambilan gambar. Tak perlu repot mencari kamera yang berlensa canggih, kamera smartphone saja pun sudah banyak yang memiliki spesifikasi tak kalah dengan kamera video. Orang akan lebih tertarik melihat video dengan sudut pengambilan gambar yang unik atau surprising. Saat kita muncul di dalam vlog, jangan lupa untuk melakukan kontak mata pada kamera agar penonton merasa lebih dekat dengan Anda. Jangan lupa, buatlah video dalam bentuk vertikal.

4. Video editing

Secanggih dan sehebat apapun Anda dalam merekam gambar, penyuntingan atau editing selalu dibutuhkan. Saat mengedit vlog, pastikan bahwa alur cerita dalam vlog Anda sudah sesuai dengan topik yang diangkat. Tambahkan teks yang mendukung atau animasi lucu jika memang dibutuhkan. Bahkan saat ini sudah banyak aplikasi video editing di smartphone yang dapat digunakan untuk mengedit video Anda.

Ayo, berkreasilah untuk membuat vertical vlog yang banyak dibicarakan orang.

Hati-hati iritasi mata

Pembuatan vlog menyebabkan kita akan memandang ke layar gadget lebih lama, akibatnya mata dapat terasa kurang nyaman dan gatal akibat kering. Jangan lupa untuk selalu siapkan Insto Dry Eyes supaya mata kamu tidak kering dan lelah, ya. Juga siapkan Insto Regular apabila sedang melakukan pengambilan gambar di luar ruang, karena kemungkinan terjadi iritasi dari debu, asap dan iritan-iritan lainnya akan lebih besar. Selamat mencoba!

Referensi:

  •  

Quick fact

Jangan lupa untuk selalu siapkan Insto Dry Eyes supaya mata kamu tidak kering dan lelah, ya. Juga siapkan Insto Regular apabila sedang melakukan pengambilan gambar di luar ruang, karena kemungkinan terjadi iritasi dari debu, asap dan iritan-iritan lainnya akan lebih besar. Selamat mencoba!

Related