Image: 

Nonton film merupakan salah satu pilihan me time yang menyenangkan. Ada beberapa film yang meskipun ditonton berkali-kali tetap membuat kita betah mengikutinya, sebut saja Titanic. Kisah nyata yang diangkat ke layar lebar tampaknya menjadi daya tarik khusus yang membuat masyarakat ingin menontonnya.

Bagi mereka yang lebih suka melihat sesuatu secara visual dibandingkan membaca atau mendengarkan musik, menonton film adalah hiburan atau bahkan menjadi hobi. Mereka dapat memilih genre film yang demikian beragam, mulai dari action, thriller, drama, horor, dan lain-lain.

Tahukah kamu, film yang diangkat berdasarkan kisah nyata menjadi magnet tersendiri bagi penontonnya, mulai yang klasik sampai modern. Berikut diantaranya; Titanic (1997), Catch Me If You Can (2002), The Blind Side (2009), The Social Network (2010), 12 Years a Slave (2013), dan Dunkirk (2017). Film-film tersebut membutuhkan waktu riset lebih lama agar esensi peristiwa demi peristiwa yang terjadi tidak hilang dan terangkum dengan baik.

Titanic

Film Titanic dibuka dengan narasi si pelaku sekaligus tokoh utama. Namun secara pasti tidak disebutkan bahwa nenek yang tengah bercerita di hadapan cucu-cucunya itu adalah Rose DeWitt Bukater (versi tua Kate Winslett). Kisah cinta beda ‘kasta’ antara Jack Dawson (Leonardo DiCaprio) dan Rose (Kate Winslett) dipenuhi dengan adegan romantis dan juga intrik. Film yang memperoleh banyak pujian dan laris luar biasa ini juga berjaya di berbagai ajang penghargaan film bergengsi, Golden Globe, Academy Awards, BAFTA (British Academy of Film and Television Arts), dan penghargaan lainnya.

Catch Me If You Can

Film ini diangkat dari biografi Frank Abagnale Jr., si penipu ulung yang di usia belum genap 19 tahun berhasil menggelapkan uang jutaan dolar Amerika dengan menyamar sebagai pilot Pan Am, dokter dari Georgia, pengacara dari Lousiana, dan kejahatan utamanya adalah penipuan cek. Melihat kepiawaian Frank, Carl Hanratty dari FBI mendatanginya di penjara dan meminta bantuannya menangkap pelaku penipuan cek.

Disutradarai Steven Spielberg, pemeran utama Leonardo DiCaprio dan Tom Hanks, film ini menyedot jutaan penonton. Ending cerita sungguh indah, digambarkan Frank telah menikah selama 26 tahun dan dikaruniai tiga anak, tinggal di Midwest. Uniknya lagi, Frank dan Carl bersahabat baik. Mereka menangkap pemalsu uang paling mahir dan menciptakan cek yang tak dapat dipalsukan.

The Blind Side

Inilah film drama yang sangat menyentuh, namun tidak cengeng. Diangkat dari kisah nyata pasangan Leigh Anne dan Sean Tuohy yang mengadopsi tunawisma remaja Afro-Amerika, Michael "Big Mike" Oher. Michael tidak tahu siapa ayahnya sementara ibunya adalah pecandu narkoba. Michael tidak terlalu baik dalam pendidikan formal. Leigh Anne yang perfeksionis mengambil alih tanggung jawab sebagai orangtua dan yakin bahwa Michael memiliki kesempatan. Ketika Big Mike kelihatan menyukai American Football, dia mencoba semua cara untuk membantunya, termasuk memberi ide ke pelatihnya cara terbaik untuk mengasah kemampuan Michael.

Sutradara John Lee Hancock berhasil mentransformasi kejadian nyata dari novel non-fiksi The Blind Side: Evolution of a Game karya Michael Lewis menjadi tayangan yang mengharukan. Pemilihan Sandra Bullock sebagai sosok ibu yang tegar, penuh kasih sayang dan berani, sangat tepat. Tidak salah jika ia diganjar piala Oscar sebagai Best Performance by an Actress in a Leading Role tahun 2010.

The Social Network

Lain lagi dengan film The Social Network, diadopsi dari kisah nyata pendiri Facebook yang fenomenal, Mark Zuckenberg, diangkat dari buku berjudul The Accidental Billionares karya Ben Mezrich. Penulis skenario Aaron Sorkin menceritakan sebagian besar kisah Mark Zuckerberg dengan sudut pandang flashback, perdebatan antarpengacara di dalam ruang negosiasi. Drama ruang persidangan yang mengandalkan akting dari para tokoh membuat film ini mengalir bagaikan thriller tentang ambisi, kecemburuan, persahabatan, dan keserakahan.

12 Years a Slave

Film bergenre drama sejarah dapat kamu saksikan dalam film 12 Years a Slave, yang diadaptasi dari buku otobiografi berjudul sama, karya Solomon Northup. Berkisah tentang kisah kelam Solomon Northup (diperankan oleh Chiwetel Ejiofor), pria keturunan African-American yang dijual dan dijadikan budak selama 12 tahun. Disutradarai oleh Steve McQueen dan ditulis oleh John Ridley, film yang dirilis awal November 2013 ini menuai banyak pujian, meraup 187 Dollar AS dan mencetak box office selama pemutarannya.

Dunkirk

Yang tak kalah seru adalah film Dunkirk, yang merupakan hasil kerjasama empat negara, yakni Belanda, AS, Inggris, dan Perancis. Film besutan sutradara Christopher Nolan ini dirilis pada Juli 2017. Berkisah tentang proses evakuasi tentara sekutu dari Belgia, Inggris, Kanada, dan Perancis yang dikepung oleh tentara Jerman di sepanjang garis pantai di Pelabuhan Dunkirk, Perancis. Kisah nyata ini terjadi pada bulan 26 Mei- 4 Juni 1940 yang dinamakan Battle of Dunkirk. Jika kamu penggemar film perang, jangan lewatkan film yang penuh dengan adegan tembak menembak, patriotisme, dan kepahlawanan ini.

Begitu hebatnya daya tarik sebuah film, tanpa sadar membuat kita hanyut dalam ke dalam alur cerita. Saking asyiknya menatap layar kaca,. biasanya kita tidak sadar kalau mata menjadi lelah dan kering. Jangan lupa istirahatkan mata dan gunakan Tetes Mata Insto Dry Eyes agar bisa kembali nonton dengan nyaman. Insto Dry Eyes mengandung bahan aktif  HPMC seperti air mata buatan yang dapat mengatasi kekeringan pada mata HPMC dalam Insto Dry Eyes berfungsi melembabkan dan melumasi mata keringmu. Yuk, nonton lagi! Buka Mata, Buka Insto!

 

Apa yang terjadi jika mata terlalu lama menatap layar monitor?

  • Mata menjadi tegang
  • Pandangan kabur
  • Sulit memusatkan perhatian dari kejauhan
  • Mata kering
  • Sakit kepala
  • Rasa nyeri pada punggung dan bahu

 

Langkah Pencegahan

  • Pastikan kacamata kamu sudah up to date.
  • Sejajarkan layar dan mata, agar terjaga posisi ergonomik.
  • Jika perlu, gunakan layar antisilau.
  • Pilih kursi yang nyaman dan suportif. Posisikan agar kaki kamu rata di lantai.
  • Kedipkan mata lebih sering, untuk menjaga mata tidak kering.
  • Teteskan Insto Dry Eyes secara berkala untuk mencegah kekeringan pada mata.
  • Istirahatkan matamu setiap 20 menit. Lihatlah 20 kaki jauhnya selama 20 detik.

 

Referensi:

Quick fact

Begitu hebatnya daya tarik sebuah film, tanpa sadar membuat kita hanyut dalam ke dalam alur cerita. Saking asyiknya menatap layar kaca,. biasanya kita tidak sadar kalau mata menjadi lelah dan kering. Jangan lupa istirahatkan mata dan gunakan Tetes Mata Insto Dry Eyes agar bisa kembali nonton dengan nyaman. Insto Dry Eyes mengandung bahan aktif HPMC seperti air mata buatan yang dapat mengatasi kekeringan pada mata HPMC dalam Insto Dry Eyes berfungsi melembabkan dan melumasi mata keringmu. Yuk, nonton lagi! Buka Mata, Buka Insto

Related