Image: 

Saat jenuh datang yang paling asyik adalah sejenak berpaling melakukan hobi yang menyenangkan.

Pekerjaan numpuk, dikejar deadline, rasanya waktu saling berkejar-kejaran. Hingga sampai di suatu titik, kita mengalami kejenuhan. Nah, dengarkan alarm tubuh sudah berbunyi. Saatnya ‘lari’ dari aktivitas sehari-hari yang membosankan. Tiap orang memiliki cara untuk refreshing, mulai dari yang sederhana sampai yang terjadwal dengan matang.

Memasak

Melakukan aktivitas di luar aktivitas sehari-hari, meskipun hanya beberapa saat menjadi pilihan resfeshing yang tergolong simpel. Memasak adalah salah satunya. Mulai dari membeli bahan baku, menyiapkan alat dan bahan, meracik sampai menghidangkannya. Semua itu adalah sebuah seni. Dan, ending-nya adalah ketika masakan sudah matang dan disajikan dengan seni penyajian yang cantik. Yang tak kalah menarik adalah ikut kelas masak. Kesamaan dalam sebuah komunitas merupakan energi tersendiri. Kini, banyak workshop memasak yang dikemas dengan menarik, mulai dari kursus Puding Kekinian, Aneka Soes Zaman Now, sampai Nasi Bakar Hits. Pesertanya pun bukan hanya para ibu, namun juga para remaja.

Diving

Jika dalam keseharian mata kita terpapar monitor laptop atau gadget, saatnya meneduhkan mata ke alam. Salah satunya dengan menyelami keindahan biota bawah laut. Hamparan koral di birunya laut dan ikan berwarna-warni sungguh sebuah pemandangan yang indah. Lingkari kalender, tentukan tujuan, dan browsing tiket jauh-jauh hari, agar Anda mendapat approval cuti. Pilih tempat diving yang Anda impikan; Bunaken (Sulawesi Utara), Selat Lembeh (Sulawesi Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Kepulauan Derawan (Kalimantan Timur), atau Raja Ampat (Papua). Atau jika liburan kamu singkat, bisa memilih lokasi diving yang tak jauh dari Ibukota, misalnya ke Pulau Pari di wilayah Kepulauan Seribu.

Cycling

Popularitas olahraga bersepeda semakin meningkat, khususnya bagi kalangan anak muda . Bersepeda bisa menjadi olahraga yang menawarkan kesehatan sekaligus petualangan bagi pecintanya. Banyak yang rela bersepeda hingga puluhan kilometer demi mencapai tempat yang menarik. Pakar kesehatan menyatakan bersepeda 2,5 jam seminggu dapat membakar kalori, menurunkan stress, menguatkan otot dan sendi. Dampak positif lainnya, bersepeda menyehatkan jantung dan peredaran darah serta paru-paru, terutama bila kamu bersepeda di alam terbuka nan segar. Tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin yang bisa membuat tubuh tidak mudah merasa sakit dan lebih nyaman.

Touring

Melakukan hobi bersama-sama dalam sebuah komunitas tentu sangat menyenangkan. Demikian yang dirasakan oleh para pecinta otomotif, mereka mendirikan klub berdasarkan wilayah tempat tinggal, merek kendaraan, atau yang lainnya. Maka lahirlah komunitas Honda PCX Club, Harley Davidson Club, Suzuki GSX Club, Toyota Avanza Club Indonesia (TACI), Mercedes Benz Car Community, Jakarta American Jeep, dan sebagainya. Belakangan, touring bukan hanya melakukan kesenangan semata, namun juga mengadakan bakti sosial santunan anak yatim dan dhuafa, panti jompo, penanaman pohon, sunatan massal, dan sebagainya. Hobi yang dibarengi sisi kemanusiaan ini tentu saja melahirkan energi positif bagi para penyuka touring. Sisi positif lain adalah, mereka bisa saling berbagi tentang bagaimana merawat kendaraan mereka.  

Running

Inilah hobi yang bisa dibilang simpel dan murah karena kamu gak harus menggunakan alat, kecuali sepatu yang nyaman dan aman. Kesadaran akan pola hidup sehat adalah salah satu penyebab semakin banyak penggemar olahraga lari, yang belakangan semakin menjadi tren. Ditambah lagi dengan adanya berbagai lomba seperti Bela Negara Run, World Cancer Day For Run, Lombok Marathon. Bonusnya, tentu saja berbagai hadiah yang menarik.

Bagi pemula, bisa mencoba jarak 2K dan selanjutkan secara bertahap dapat ditambahkan jaraknya, menjadi 5K, 10K, dan seterusnya. Manfaat hobi yang satu ini bagi kesehatan tak disangsikan lagi, yang pasti bagi Anda yang ingin memiliki tubuh ideal, inilah pembakar kalori paling tepat. Selain itu lari menyehatkan jantung dan pembuluh darah, baik bagi kesehatan lutut, mencegah osteoporosis, meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh. Lari juga dapat memicu pengeluaran hormon dan enzim yang merangsang otot bekerja lebih baik.

Jangan biarkan hobi kamu terusik

Lima hobi di atas menjadi semacam rest area bagi kesibukan kamu. Namun beberapa hal kadang dapat mencemari kegembiraan kamu, salah satunya iritasi mata:

  • Masak: Asap dari masakan dapat menyebabkan mata terasa perih dan merah.
  • Diving: Paparan dari air laut, butiran pasir atau mikroorganisme yang terkandung di dalamnya dapat meningkatkan risiko iritasi pada mata
  • Cycling: Udara kotor dan penuh debu adalah ancaman terbesar mata saat bersepeda.
  • Touring: Selain dari debu dan polutan, angin juga dapat meningkatkan penguapan air mata yang menyebabkan gejala mata kering dan meningkatkan risiko iritasi pada mata. mengurangi kondisi mata yang optimum.
  • Running: Keringat pada saat berlari dapat dengan mudah masuk ke mata dan membuat mata perih sehingga meningkatkan risiko iritasi pada mata. dan polutan di udara dapat mengganggu aktvitas dan membuat mata iritasi.  

Agar kesenangan kamu tak terusik, selalu siapkan tetes mata Insto Regular untuk mengatasi mata merah dan rasa perih yang disebabkan iritasi ringan karena debu, asap, angin, dan setelah berenang.

Referensi:

http://www.alodokter.com/lima-manfaat-lari-yang-sayang-untuk-dilewatkan

http://doktersehat.com/bersepeda-menyehatkan-sekaligus-menyenangkan/#ixzz57XrfK74i

http://dunialari.com/kalender-lomba/

http://www.lvpei.org/EyeTopics/EyeHealth/EyeCare/Pollution_eyediseases.php

https://www.aoa.org/patients-and-public/eye-and-vision-problems/glossary-of-eye-and-vision-conditions/dry-eye

https://www.livestrong.com/article/472555-red-eyes-after-an-exercise/ 

Quick fact

Agar kesenangan kamu tak terusik, selalu siapkan tetes mata Insto Regular untuk mengatasi mata merah dan rasa perih yang disebabkan iritasi ringan karena debu, asap, angin, dan setelah berenang.

Related