Image: 

Jakarta tidak hanya berisi gedung perkantoran tinggi dan jalanan yang selalu penuh dengan kendaraan, ada beberapa sudut Ibu Kota yang menarik untuk dijadikan obyek foto.

Memotret saat berwisata adalah kegiatan ‘wajib’ yang paling sering dilakukan oleh para travellers. Apalagi jika fotografi adalah hobi Anda. Untuk mengasah keterampilan memotret, kita tak perlu hunting jauh-jauh. Jakarta juga memiliki banyak lokasi wisata yang fotogenik dan seru untuk didatangi.

Yuk kita tengok tempat-tempat ini:

1. Kota Tua

Pesona Batavia Lama (Old Batavia) seakan menjadi primadona Jakarta. Sebagai situs warisan sejarah, Kota Tua memiliki beberapa gedung peninggalan kolonial yang dilestarikan dan masih terlihat cantik hingga kini. Sebut saja Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fathillah dan lapangannya, Café Batavia yang terletak di seberang Museum Fatahillah, Museum Bank Mandiri, Museum Wayang dan masih banyak lagi.

Nuansa ‘oldies’ yang dipancarkan oleh Kota Tua menjadikannya obyek foto yang populer. Bahkan tak sedikit yang melakukan foto prewedding di lokasi ini. Kita bisa menyewa sepeda onthel sebagai properti pemotretan, atau memakai baju gaya vintage untuk menambah kesan ‘jadul’nya. Sentuhan warna sephia untuk hasil foto juga menarik untuk dicoba.

2. Glodok Pancoran

Tak jauh dari Kota Tua, kita dapat menemukan daerah ini. Sebuah kawasan  yang lebih dikenal sebagai daerah perdagangan barang-barang elektronik. Sebenarnya Glodok Pancoran sarat akan obyek foto menarik, mengingat daerah tersebut adalah pecinan atau tempat tinggal komunitas masyarakat Tionghoa selama beberapa generasi.

Asal nama Glodok Pancoran berawal di masa penjajahan Belanda kala di daerah tersebut ada beberapa pancuran tempat orang mengambil air. Karena keluar dari kincir kayu yang berbunyi ‘glodok… glodok’, akhirnya bunyi tersebut malah diabadikan sebagai nama daerah.

Glodok memiliki pasar Petak Sembilan yang menjual segala penganan dan pernak-pernik khas Tionghoa. Ada juga klenteng tertua di Jakarta, Klenteng Dharma Bakti (Jin De Yuan) yang didirikan tahun 1660. Benar-benar cantik untuk diolah kamera.

3.  Taman Suropati

Taman yang memiliki nama ‘asli’ Burgemeester Bisschopplein ini merupakan sebuah taman kota yang terletak di pertemuan tiga jalan utama, Jalan Teuku Umar, Jalan Diponegoro dan Jalan Imam Bonjol di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Taman ini sering dijadikan tempat orang melepas lelah atau berolahraga karena dipenuhi oleh pohon-pohon yang rindang dan dilengkapi dengan kolam air mancur. Tak hanya itu, di taman ini juga bisa ditemukan enam monumen hasil karya seniman dari enam negara pendiri ASEAN.

Keindahan dari taman ini terletak pada keasrian dan kebersihannya.Kita juga dapat memotret kelompok burung dara yang dibiarkan bebas di taman ini, bahkan dibuatkan rumah khusus oleh pengelola taman.

4.  Hutan Mangrove, Pantai Indah Kapuk

Lokasi daerah konservasi ini terletak di daerah Penjaringan, Jakarta Utara (dekat pemukiman Pantai Indah Kapuk). Sesuai dengan namanya, kawasan ini merupakan daerah rawa yang ditanami tanaman bakau. Obyek foto favorit di sini adalah jembatan kayu dan danau, namun untuk mereka yang membawa peralatan kamera ada biaya yang cukup besar yang harus dikeluarkan, antara Rp500.000,- hingga Rp750.000,-. Jangan lupa untuk menggunakan losion anti nyamuk.

5.  Bundaran Hotel Indonesia

Lokasi Patung Selamat Datang yang berada di tengah Bundaran Hotel Indonesia atau HI ini terletak di Jakarta Pusat. Bundaran HI memang sangat ikonik di Jakarta, sering dijadikan tempat berkumpul massal karena daerahnya yang luas dan memiliki akses ke 4 penjuru mata angin.

Kecantikan Bundaran HI memang muncul di malam hari ketika lampu-lampu yang ada di sekitar kolam air mancur dinyalakan. Di sini biasanya banyak fotografer berkumpul untuk mengasah kemampuan memotret panorama dalam kondisi low light dan menggunakan slow speed. Kita akan terkesima melihat begitu indahnya imej yang dibuat kala kamera mampu menangkap cahaya kendaraan yang berlalu lalang di sekitar Bundaran HI.

6.  Pelabuhan Sunda Kelapa

Masih berada dekat dengan daerah Kota Tua, lokasi Pelabuhan Sunda Kelapa ini memang sering dijadikan tujuan untuk hunting foto. Deretan kapal dengan ukuran besar, berwarna-warni, seakan mengingatkan pada nenek moyang kita, para pelaut. Datanglah di pagi atau sore hari ketika matahari baru terbit atau terbenam, jatuhnya cahaya ke bumi seakan menjadi latar belakang yang membuat suasana pelabuhan bertambah dramatis. Jika beruntung, kita dapat naik ke kapal phinisi yang sedang berlabuh di sana.

7. Kawasan Blok M Square

Kawasan ini selalu ramai  sejak subuh hingga larut malam. Sebelum matahari memancarkan sinarnya, di sini kita dapat menangkap geliat para pelaku jual-beli di Pasar Kue Subuh yang digelar di lapangan parkir Blok M Square. Di sini juga dapat ditemukan sentra buku dan CD yang tentunya menarik untuk dijadikan obyek foto.

Tak jauh dari Blok M Square, ada kawasan Melawai. Di daerah ini sering digelar acara budaya Jepang dan Korea oleh komunitas ekspatriatnya. Contohnya Festival Ennichisai yang merupakan pagelaran seni, budaya dan kuliner Jepang. Memotret di festival seperti ini tentunya menjadi keasyikan tersendiri.

8. Gelora Bung Karno

Terletak di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, stadion ini merupakan buah pikiran Bung Karno yang ingin membuat stadion yang unik dan megah dalam mempersiapkan diri menyambut Asian Games IV. Desain yang ia sarankan dan unik adalah atap temu gelang di mana atap stadion sambung menyambung melingkar mengikuti lintasan olahraga di bawahnya. Setelah pengerjaan selama 2 tahun, akhirnya stadion pertama Indonesia ini  diresmikan Presiden Soekarno pada 21 Juli 1962.

Kini, bertahun-tahun kemudian, stadion tersebut direnovasi dan kembali diresmikan oleh oleh Presiden Jokowi pada 14 Januari 2018 untuk menyambut Asian Games XVIII di bulan Agustus 2018. Renovasi yang dilakukan termasuk menambah kekuatan lampu hingga 3 kali lebih terang dari sebelumnya! Bayangkan keindahan stadion ini di malam hari kala semua lampu menyala.

Jaga selalu kesehatan mata

Keasyikan mendalami hobi jangan sampai membuat kita lupa untuk menjaga kesehatan mata dari debu, asap, angin yang dapat menyebabkan iritasi pada mata. Sediakan selalu obat tetes mata Insto Regular yang dapat mengatasi kemerahan dan rasa perih di mata yang disebabkan oleh iritasi ringan karena debu, asap, angin, dan setelah berenang. Dan jangan lupa, gelorakan selalu semangat untuk berkarya!

Referensi:

 

Quick fact

Keasyikan mendalami hobi jangan sampai membuat kita lupa untuk menjaga kesehatan mata dari debu, asap, angin yang dapat menyebabkan iritasi pada mata. Sediakan selalu obat tetes mata Insto Regular yang dapat mengatasi kemerahan dan rasa perih di mata yang disebabkan oleh iritasi ringan karena debu, asap, angin, dan setelah berenang.

Related